Vol 2 No 1 (2025): Dekolonialisasi, Kontekstualisasi Peribadatan dan Pembinaan Kaum Muda

					Lihat Vol 2 No 1 (2025): Dekolonialisasi, Kontekstualisasi Peribadatan dan Pembinaan Kaum Muda

Kata Pengantar:
Dengan ucapan syukur kami persembahkan edisi ketiga dari Jurnal Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Edisi ketiga ini berfokus pada dua topik. Pertama, topik berfokus pada dekolonialisasi peribadatan, dan kontekstualisasi peribadatan GKE. Sedangkan topik kedua, berfokus pada pentingnya pembinaan bagi jemaat khususnya bagi kaum muda.
Artikel pertama ditulis oleh Idrus Sasirais, May Linda Sari, Tahan Mentria Cambah, Sudianto, dan Bimbing Kalvari yang berjudul “Dekolonialisasi Peribadatan di Resort GKE Puruk Cahu: Menuju Peribadatan yang Kontekstual dan Relevan”. Artikel ini menemukan bahwa dalam peribadatan GKE adanya warisan zending dalam peribadatan GKE, adanya tantangan dalam peribadatan GKE, dan Pengaruh denominasi lain, dan dinamika antar gereja.
Artikel kedua ditulis oleh Sanon, Keloso Ugak, Gabriella Tara Yohanessa, Sudianto dan Bimbing Kalvari. Artikel tersebut berjudul “Dekolonialisasi Peribadatan GKE di Resort GKE Banjarmasin: Menjaga Identitas Teologis dalam Menghadapi Tantangan Kontemporer”. Dalam artikel tersebut, penulis menemukan bahwa ditemukan warisan zending dalam peribadatan GKE, pengaruh denominasi lain dalam peribadatan GKE, karakteristik ibadah yang ideal, aspek khusus terkait pentingnya musik instrumental, gereja perlu ramah terhadap disabilitas dan lansia, tantangan gereja online, adanya faktor penghambat dalam ibadah, dan perbedaan preferensi ibadah lintas generasi.
Artikel ketiga ditulis oleh Rajokiaman Sinaga, Rosma Warni, dan Roni Saragih. Artikel tersebut berjudul “Pembinaan Siswa Kristen di SMKN 3 Pontianak tentang Pentingnya Memuji Tuhan”. Dalam artikel tersebut, penulis mengangkat topik tentang pentingnya belajar dari tokoh-tokoh Alkitab dalam memuji Tuhan. Sesi pertama PkM mengangkat tema “Bless The Lord”, dan sesi terakhir diisi dengan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR)”.
Artikel keempat berjudul “Dekolonialisasi dan Kontekstualisasi Peribadatan GKE: Refleksi Melalui Focus Group Discussion di Resort GKE Buntok” yang ditulis Enta Malasinta Lantigimo, Lia Afriliani, Kinurung Maleh. Penulis menemukan bahwa adanya warisan zending dalam peribadatan GKE, pengaruh denominasi lain dan budaya lokal, dan besarnya harapan bahwa GKE menyesuaikan liturgi sesuai segmentasi usia.
Artikel kelima ditulis oleh Sudianto, Ripaldi, Retni Mulyani dan Gabriella Tara Yohanessa yang berjudul “Dekolonialisasi Peribadatan GKE di Resort GKE Seruyan Hilir”. Dari hasil PkM, penulis menemukan bahwa adanya identifikasi unsur kolonial dalam peribadatan GKE, perlunya kontekstualisasi dan adaptasi budaya lokal, dan pengaruh denominasi lain.

Artikel keenam ditulis oleh Alexandra Binti, Tahan Mentria Cambah, Sanon dan Lia Afriliani. Artikel tersebut berjudul “Dekolonialisasi Peribadatan GKE di Jemaat GKE Tewah”. Dalam artikel tersebut, penulis menemukan bahwa adanya identifikasi warisan zending dalam peribadatan, pengaruh denominasi lain dalam peribadatan GKE, dan integrasi budaya lokal dalam peribadatan GKE.

Kami berharap melewati artikel dari jurnal pengabdian masyarakat ini, kita semakin memahami secara kritis bahwa warisan zending berperan penting dalam liturgi ibadah di GKE khususnya, selain itu, kita juga semakin diberikan pemahaman tentang pentingnya pembinaan bagi kaum muda. Semoga melewati artikel ini, kita semakin setia untuk terus berpikir kritis dan melayani jemaat dengan sepenuh hati.

Salam hangat,
Tim Redaksi Jurnal Akoloutheo

Diterbitkan: 2025-03-31

Artikel