Dekolonialisasi Peribadatan GKE di Resort GKE Banjarmasin: Menjaga Identitas Teologis dalam Menghadapi Tantangan Kontemporer
Menjaga Identitas Teologis dalam Menghadapi Tantangan Kontemporer
Kata Kunci:
Dekolonialisasi, Peribadatan, GKE, Kontekstualisasi, Focus Group DiscussionAbstrak
Artikel ini membahas kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Focus Group Discussion (FGD) tentang dekolonialisasi peribadatan Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) yang dilaksanakan di Gereja GKE Eben Ezer Banjarmasin. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi unsur-unsur peribadatan GKE yang tidak relevan dan menghambat pertumbuhan iman jemaat, menggali kekayaan budaya dan spiritualitas lokal, serta merumuskan strategi konkret menuju peribadatan GKE yang mampu menjawab tantangan zaman. Dengan metode FGD yang melibatkan 50 peserta dari berbagai jemaat di Resort GKE Banjarmasin, kegiatan ini berhasil mengidentifikasi tujuh isu utama seputar peribadatan GKE kontemporer: warisan zending, pengaruh denominasi lain, karakteristik ibadah yang ideal, kebutuhan gereja yang ramah disabilitas dan lansia, peluang gereja online, faktor penghambat dalam ibadah, dan perbedaan preferensi ibadah lintas generasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa warga jemaat mengharapkan adanya perubahan dalam peribadatan GKE agar tetap relevan dengan konteks kekinian, namun tetap mempertahankan identitas GKE. Penemuan ini membawa implikasi penting bagi pengembangan model peribadatan GKE yang kontekstual serta program pendidikan dan pembinaan bagi petugas dan warga jemaat.


