| ADDITIONAL MENU |
| Editorial Team |
| Reviewer |
| Author Guidlines |
| Focus and Scope |
| Publication Ethics |
| Online Submission |
Arsip
-
Respons, Pembinaan, dan Penguatan Spiritualitas Warga Gereja dalam Konteks yang Terus Berubah
Vol 1 No 1 (2024)Pengantar Redaksi
Salam sejahtera,
Ini adalah terbitan perdana jurnal Pengabdian kepada Masyarakat milik Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis (STT GKE). Dalam terbitan perdana ini, kami mempersembahkan serangkaian artikel yang menggambarkan berbagai upaya dan inisiatif yang dilakukan oleh para peneliti, akademisi, dan praktisi dari STT GKE dalam melayani masyarakat dan warga jemaat.
Artikel-artikel yang terdapat dalam terbitan ini mencakup beragam topik yang relevan dan penting dalam konteks pelayanan kepada gereja dan masyarakat, mulai dari respons gereja terhadap pandemi Covid-19, pembinaan para pemimpin gereja, hingga penguatan liturgi dan spiritualitas Kristen. Setiap artikel memberikan wawasan yang berharga dan inspiratif bagi pembaca dalam memahami peran serta kontribusi yang dapat diberikan STT GKE kepada masyarakat dan gereja melalui berbagai kegiatan pengabdian.
Kami berharap bahwa artikel-artikel ini dapat memberikan manfaat, memicu diskusi yang konstruktif, dan menginspirasi langkah-langkah nyata dalam melayani masyarakat dan gereja dengan penuh dedikasi dan integritas. Terima kasih kepada para penulis dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam penerbitan jurnal ini.
Selamat membaca.Salam hangat,
Dewan Redaktur Akoulotheo: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
-
Dekolonialisasi, Kontekstualisasi Peribadatan dan Pembinaan Kaum Muda
Vol 2 No 1 (2025)Kata Pengantar:
Dengan ucapan syukur kami persembahkan edisi ketiga dari Jurnal Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Edisi ketiga ini berfokus pada dua topik. Pertama, topik berfokus pada dekolonialisasi peribadatan, dan kontekstualisasi peribadatan GKE. Sedangkan topik kedua, berfokus pada pentingnya pembinaan bagi jemaat khususnya bagi kaum muda.
Artikel pertama ditulis oleh Idrus Sasirais, May Linda Sari, Tahan Mentria Cambah, Sudianto, dan Bimbing Kalvari yang berjudul “Dekolonialisasi Peribadatan di Resort GKE Puruk Cahu: Menuju Peribadatan yang Kontekstual dan Relevan”. Artikel ini menemukan bahwa dalam peribadatan GKE adanya warisan zending dalam peribadatan GKE, adanya tantangan dalam peribadatan GKE, dan Pengaruh denominasi lain, dan dinamika antar gereja.
Artikel kedua ditulis oleh Sanon, Keloso Ugak, Gabriella Tara Yohanessa, Sudianto dan Bimbing Kalvari. Artikel tersebut berjudul “Dekolonialisasi Peribadatan GKE di Resort GKE Banjarmasin: Menjaga Identitas Teologis dalam Menghadapi Tantangan Kontemporer”. Dalam artikel tersebut, penulis menemukan bahwa ditemukan warisan zending dalam peribadatan GKE, pengaruh denominasi lain dalam peribadatan GKE, karakteristik ibadah yang ideal, aspek khusus terkait pentingnya musik instrumental, gereja perlu ramah terhadap disabilitas dan lansia, tantangan gereja online, adanya faktor penghambat dalam ibadah, dan perbedaan preferensi ibadah lintas generasi.
Artikel ketiga ditulis oleh Rajokiaman Sinaga, Rosma Warni, dan Roni Saragih. Artikel tersebut berjudul “Pembinaan Siswa Kristen di SMKN 3 Pontianak tentang Pentingnya Memuji Tuhan”. Dalam artikel tersebut, penulis mengangkat topik tentang pentingnya belajar dari tokoh-tokoh Alkitab dalam memuji Tuhan. Sesi pertama PkM mengangkat tema “Bless The Lord”, dan sesi terakhir diisi dengan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR)”.
Artikel keempat berjudul “Dekolonialisasi dan Kontekstualisasi Peribadatan GKE: Refleksi Melalui Focus Group Discussion di Resort GKE Buntok” yang ditulis Enta Malasinta Lantigimo, Lia Afriliani, Kinurung Maleh. Penulis menemukan bahwa adanya warisan zending dalam peribadatan GKE, pengaruh denominasi lain dan budaya lokal, dan besarnya harapan bahwa GKE menyesuaikan liturgi sesuai segmentasi usia.
Artikel kelima ditulis oleh Sudianto, Ripaldi, Retni Mulyani dan Gabriella Tara Yohanessa yang berjudul “Dekolonialisasi Peribadatan GKE di Resort GKE Seruyan Hilir”. Dari hasil PkM, penulis menemukan bahwa adanya identifikasi unsur kolonial dalam peribadatan GKE, perlunya kontekstualisasi dan adaptasi budaya lokal, dan pengaruh denominasi lain.Artikel keenam ditulis oleh Alexandra Binti, Tahan Mentria Cambah, Sanon dan Lia Afriliani. Artikel tersebut berjudul “Dekolonialisasi Peribadatan GKE di Jemaat GKE Tewah”. Dalam artikel tersebut, penulis menemukan bahwa adanya identifikasi warisan zending dalam peribadatan, pengaruh denominasi lain dalam peribadatan GKE, dan integrasi budaya lokal dalam peribadatan GKE.
Kami berharap melewati artikel dari jurnal pengabdian masyarakat ini, kita semakin memahami secara kritis bahwa warisan zending berperan penting dalam liturgi ibadah di GKE khususnya, selain itu, kita juga semakin diberikan pemahaman tentang pentingnya pembinaan bagi kaum muda. Semoga melewati artikel ini, kita semakin setia untuk terus berpikir kritis dan melayani jemaat dengan sepenuh hati.
Salam hangat,
Tim Redaksi Jurnal Akoloutheo -
Pengajaran Teologi, Pelayanan Gereja, dan Pengembangan Spiritualitas
Vol 1 No 2 (2024)Dengan syukur yang mendalam, kami mempersembahkan edisi kedua Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Edisi ini berfokus pada topik-topik terkait pengajaran teologi, pelayanan gereja, dan pengembangan spiritualitas jemaat. Secara umum terbitan kali ini membahas upaya gereja untuk dapat terus berkembang melalui pembinaan, pendidikan, dan pelayanan kreatif dalam menghadapi tantangan di era modern, pasca pandemi, serta kemajuan teknologi yang pesat.
Kelima artikel dalam edisi ini memberikan wawasan praktis dan inovatif bagi para pemimpin gereja, pengajar, serta seluruh warga jemaat yang ingin memperdalam pelayanan dan spiritualitas. Artikel-artikel ini tidak hanya memaparkan teori, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya aplikasi nyata dalam berbagai konteks, termasuk di lingkungan gereja lokal, dengan fokus pada pendekatan yang kontekstual dan relevan.
Artikel pertama, ditulis oleh Lia Afriliani, Idrus Sasirais, dan Ripaldi, berjudul “Kursus Teologi sebagai Bentuk Pembinaan Warga Gereja”, memaparkan kursus teologi bagi warga gereja di Resort GKE Kapuas. Melalui kursus ini, warga jemaat dilengkapi untuk memahami hubungan antara iman dan akal, serta misi gereja di era digital. Artikel ini menegaskan bahwa pembinaan teologis berkelanjutan adalah kunci dalam membangun fondasi iman yang kokoh di tengah perubahan zaman.
Artikel kedua ditulis May Linda Sari, berjudul “Memperlengkapi Penatua dan Diakon Melalui Pembinaan Berkelanjutan”. Artikel ini menyoroti betapa krusialnya pembinaan yang berkelanjutan bagi para pemimpin gereja. Di Resort GKE Cempaga Hulu, pembinaan ini difokuskan pada pengajaran gereja yang benar serta implementasi Tata Gereja sebagai pegangan dalam pelayanan.
Artikel ketiga, “Praktik Lingkaran Pastoral Bersama Resort GKE Pulang Pisau” ditulis oleh Retni Mulyani, Keloso S. Ugak, dan Lia Afriliani. Artikel ini menghadirkan pendekatan pastoral yang inovatif dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19. Melalui Focus Group Discussion (FGD) dan lingkaran pastoral, para pendeta, penatua, dan diakon diajak untuk memetakan masalah-masalah pelayanan pasca pandemi, menganalisisnya, serta merumuskan rencana tindakan pastoral yang relevan.
Artikel keempat, “Teologi Ibadah, Peribadatan GKE dan Spiritualitas yang Menumbuhkan Pelayanan”, ditulis oleh Ripaldi dan Kinurung Maleh, membahas pentingnya pemahaman teologi ibadah yang benar dan hubungan antara Injil dan adat dalam konteks gereja GKE Tumbang Malahoi. Artikel ini menekankan perlunya keseimbangan antara tradisi lokal dan ajaran Kristen, dengan tujuan memperkuat spiritualitas jemaat dalam pelayanan ibadah.
Artikel kelima, ditulis oleh Romelus Blegur, Eni Loda Mbinu, Elika Megi, dan Jufen Ledo berjudul “Mengembangkan Pengetahuan Anak Sekolah Minggu tentang Cerita Alkitab Melalui Alat Peraga”, menampilkan pendekatan kreatif dalam mengajarkan anak-anak tentang Alkitab. Dengan menggunakan alat peraga seperti gelang Injil, panggung boneka, dan kreasi origami, artikel ini menunjukkan bagaimana metode-metode kreatif dapat membuat anak-anak lebih mudah memahami dan mengingat pesan Injil.
Setiap artikel dalam edisi ini menawarkan perspektif yang kaya tentang bagaimana gereja dapat membina, melayani, dan mengembangkan spiritualitas jemaat melalui berbagai pendekatan yang kreatif dan kontekstual. Kami berharap, melalui edisi ini, para pembaca dapat terinspirasi untuk terus memperkuat pelayanan dan pembinaan spiritual di tengah-tengah komunitas mereka masing-masing.
Salam hormat,
Tim Redaksi Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis
-
Pendidikan Teologi dan Refleksi atas Kehidupan
Vol 2 No 2 (2025)Terbitan edisi ini masih berproses


