Dekolonialisasi Peribadatan di Resort GKE Puruk Cahu: Menuju Peribadatan yang Kontekstual dan Relevan
Menuju Peribadatan yang Kontekstual dan Relevan
Kata Kunci:
Dekolonisasi Peribadatan, Teologi Kontekstual, Ibadah Pascakolonial, DDiskusi Kelompok Terfokus, Kekristenan KalimantanAbstrak
Abstrak
Artikel ini merupakan hasil pengabdian kepada masyarakat melalui Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan di Resort GKE Puruk Cahu pada 7 September 2024. Penelitian ini mengkaji upaya dekolonialisasi dalam praktik peribadatan Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) untuk menciptakan model ibadah yang kontekstual dan mampu menjawab tantangan zaman. Dengan pendekatan kualitatif berbasis diskusi kelompok, kajian ini mengidentifikasi warisan kolonial dalam praktik peribadatan, menganalisis pengaruh denominasi lain, serta merumuskan strategi konkret menuju peribadatan yang lebih relevan dengan konteks budaya dan kebutuhan spiritual masyarakat Kalimantan.


