Dekolonialisasi dan Kontekstualisasi Peribadatan GKE: Refleksi Melalui Focus Group Discussion di Resort GKE Buntok

Refleksi Melalui Focus Group Discussion di Resort GKE Buntok

Authors

  • Enta Malasinta Lantigimo
  • Lia afriliani stt gke
  • Kinurung Maleh Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis

Keywords:

Dekolonisasi, Kontekstualisasi Ibadah, Budaya Lokal, Program Pengabdian Masyarakat, FGD

Abstract

Artikel jurnal ini mengkaji hasil Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan di Resort GKE Buntok pada 7 September 2024 dengan tema "Dekolonialisasi Peribadatan GKE: Menuju Peribadatan GKE yang Kontekstual dan Mampu Menjawab Tantangan Zaman". FGD ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) STT GKE dalam rangka Hari Pendidikan Teologi (HPT). Kegiatan ini melibatkan 32 peserta yang terdiri dari pendeta, penatua/diakon, tenaga kerja sukarela, dan mahasiswa, dengan tujuan mengidentifikasi elemen-elemen kolonial dalam peribadatan GKE, menggali kekayaan budaya dan spiritualitas lokal, serta merumuskan strategi menuju peribadatan yang kontekstual dan relevan. Pembahasan mencakup analisis mendalam tentang warisan zending, pengaruh denominasi lain, integrasi budaya lokal, serta tantangan dan harapan untuk masa depan peribadatan di GKE.

Published

2025-03-31

How to Cite

Lantigimo, E. M., afriliani, L., & Maleh, K. (2025). Dekolonialisasi dan Kontekstualisasi Peribadatan GKE: Refleksi Melalui Focus Group Discussion di Resort GKE Buntok: Refleksi Melalui Focus Group Discussion di Resort GKE Buntok. Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 38–47. Retrieved from https://jurnal.stt-gke.ac.id/index.php/akoloutheo/article/view/126