Tentang Jurnal Ini

Akoloutheo adalah jurnal pengabdian kepada masyarakat yang diterbitkan dan dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis (STT GKE). Kata "Akoloutheo" (ἀκολουθέω) adalah kata kerja (bahasa Yunani) yang berarti "mengikuti" atau "mengikuti jejak." Kata ini ditemukan di banyak tempat dalam Perjanjian Baru (cth: Matius 4:20; 8:22, 9:9; Lukas 5:11; Yohanes 1:43; 8:12). Dalam konteks PB, "Akoloutheo" merupakan panggilan untuk menjadi pengikut Kristus, yang melibatkan tindakan nyata dalam menjalani ajaran-Nya, mengikuti teladan-Nya, dan mempersembahkan hidup sebagai tanda kesetiaan kepada-Nya. Kata ini mencerminkan komitmen yang mendalam terhadap prinsip-prinsip iman dan tindakan kasih dalam kehidupan sehari-hari. Jurnal ini merupakan alat informasi dan sosialisasi mengenai hasil-hasil pengabdian dari civitas akademika kepada masyarakat.

Artikel yang dimuat dalam jurnal ini berbasis penelitian, diantaranya mencakup Participatory Action Research, Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset, Riset Berbasis Masyarakat, Pembelajaran Layanan, dan Pengembangan Masyarakat.

Jurnal ini terbit sebanyak dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Maret dan September.

Terbitan Terkini

Vol 3 No 1 (2026): Penguatan Kapasitas dalam Teologi dan Praktik Pelayanan Gereja melalui Pendekatan Kontekstual, Edukatif, dan Metodologis
					Lihat Vol 3 No 1 (2026): Penguatan Kapasitas dalam Teologi dan Praktik Pelayanan Gereja melalui Pendekatan Kontekstual, Edukatif, dan Metodologis

Dengan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, kami mempersembahkan Jurnal Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 3 Nomor 1 Maret 2026. Edisi ini mengangkat tema “Penguatan Kapasitas dalam Teologi dan Praktik Pelayanan Gereja melalui Pendekatan Kontekstual, Edukatif, dan Metodologis.” Tema ini menunjukkan bahwa praktik pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di tengah gereja dan masyarakat, tetapi juga didasarkan pada refleksi teologis yang kontekstual, pendekatan pendidikan yang transformatif, serta metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Artikel pertama, berjudul Persoalan Dasar dalam Dialog Injil dan Kebudayaan: Integrasi Teologi Akademik dan Teologi Jemaat dalam Diskusi Lintas Sinodal mengenai Teologi Kontekstual dan Kebutuhan Hermeneutik Multikultural di Gereja Masehi Injili Timor dan Gereja Toraja Mamasa oleh Ronal Arulangi, mengungkapkan pentingnya integrasi teologi akademik dan teologi jemaat melalui hermeneutik yang kontekstual. Hal ini agar dialog antara Injil dan kebudayaan dapat berlangsung secara tepat dan relevan.

Artikel kedua, berjudul “Strategi Efektif Pembinaan Iman Anak Sekolah Minggu melalui Metode Pengajaran Alat Peraga Sekolah Minggu” oleh Cindi O. Manik, Michael Sianipar, Pulo Aruan, menyoroti tentang urgensi pembinaan iman anak sekolah minggu melalui pemanfaatan alat peraga kreatif sebagai metode pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan mampu meningkatkan partisipasi serta pemahaman anak terhadap Firman Tuhan.

Artikel ketiga, Pelatihan Penelitian Kualitatif dengan Aplikasi NVivo Bagi Mahasiswa Sarjana Teologi dan PAK STT Ekumene oleh Yakub Hendrawan Perangin Angin, menyoroti upaya peningkatan kompetensi metodologis mahasiswa teologi dan PAK melalui pelatihan penelitian dengan bantuan aplikasi NVivo. Pelatihan diberikan agar analisis data penelitian menjadi lebih sistematis, akurat, dan mendukung penyelesaian tugas akhir mahasiswa.

Artikel keempat, Penguatan Literasi Trinitarian Berbasis Kajian Eksegetis Ulangan 6:4 Kepada Jemaat GBI My Home Tanjung Uban” oleh Candra Gunawan Marisi, Elia Tambunan, Ardi Lahagu, Jabes Pasaribu, Upa Silaen, Aprilius Nahak, Rachmat Tony Sinjo Bantaeng, dan Wilma Sance Pattiasina, mengangkat pentingnya hilirisasi penelitian teologi melalui penguatan literasi Trinitarian berbasis kajian eksegetis agar jemaat memiliki pemahaman yang benar tentang doktrin Tritunggal dan mampu menghadapi berbagai penyimpangan teologis.

Artikel kelima, Pastoral Care, Diakonia, dan Dukungan Psikososial Awal Orang Dengan Gangguan Jiwa sebagai Praksis Missio Dei di Yayasan Talitakum Cahaya Batam – Rumah Singgah Kasih-Kasihan, Tanjung Piayu Batam oleh Jabes Pasaribu, Selvyen Sophia, Timotius M.T. Togatorop, Renson Siahaan, Aprilius Nahak, Linda Dewi Terserani Lase, Pestaria Sitorus, Michael Frisky Purba, Hana Friskila Saogo, dan Dewi Lidya Sidabutar, menyoroti upaya pemberdayaan dan pendampingan Orang dengan Gangguan Jiwa sebagai wujud pelayanan diakonia berbasis pastoral sebagai wujud partisipasi gereja dalam Missio Dei bagi komunitas marginal.  

Secara umum, artikel-artikel dalam edisi ini menampilkan praktik pengabdian yang menempatkan teologi sebagai landasan bagi pelayanan yang kontekstual, edukatif, dan transformatif. Beragam isu yang diangkat menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan ruang perjumpaan antara refleksi teologis, pengembangan kapasitas, dan respons nyata terhadap kebutuhan gereja serta masyarakat. Kami berharap terbitan ii menjadi sumber inspirasi, pembelajaran, dan pengembangan praktik pengabdian yang semakin relevan, inovatif, dan berdampak. Selamat membaca!

Salam hormat,
Lia Afriliani, M.Th.

Editor-in-Chief Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Diterbitkan: 2026-03-31

Artikel

Lihat semua terbitan

Kata "Akoloutheo" (ἀκολουθέω) adalah kata kerja (bahasa Yunani) yang berarti "mengikuti" atau "mengikuti jejak." Kata ini ditemukan di banyak tempat dalam Perjanjian Baru (cth: Matius 4:20; 8:22, 9:9; Lukas 5:11; Yohanes 1:43; 8:12). Dalam konteks PB, "Akoloutheo" merupakan panggilan untuk menjadi pengikut Kristus, yang melibatkan tindakan nyata dalam menjalani ajaran-Nya, mengikuti teladan-Nya, dan mempersembahkan hidup sebagai tanda kesetiaan kepada-Nya. Kata ini mencerminkan komitmen yang mendalam terhadap prinsip-prinsip iman dan tindakan kasih dalam kehidupan sehari-hari.